Tuesday, November 1, 2016

Pulau Sumba, Surga Yang Mulai Tersibak 3 : Danau Wee Kuri


Danau Wee Kuri yang sangat jernih. Airnya asin.

Lanjutan dari entry sebelumnya KLIK SINI 

Hari berikutnya di Sumba Barat Daya.

Target hari ini saya mengunjungi Danau Wee Kuri dan Pantai Mandorak. Dua destinasi yang berdekatan. Dari Villa Redemptorist ke Danau Wee Kuri lumayan jauh juga. Naik mobil hampir dua jam. Jalanan relatif bagus dan mulus. Tapi ketika sudah mendekati tujuan, ketika mulai keluar dari jalan aspal, dan masuk jalan kampung, mulai bingung deh. Ngak ada papan peunjuk arah. Jalan juga hanya jalan tanah perladangan yang banyak simpangan-simpangannya. Kejadiannya nyasar juga, seperti waktu ke Pantai Batu Bolong..hehe. Padahal saya diantar teman orang Sumba ngak satu orang, ada 3 orang. Semuanya ngak tahu jalan dan belum pernah ke Danau Wee Kuri...hadeuuh.


Mobil kami sempat nyasar sampai ke pantai. Ngak tahu pantai apa namanya, tapi banyak nelayan bersandar. Herannya, ngak satu pun nelayan yang tahu jalan ke Danau Wee Kuri. Apalagi jalan ke Pantai Mandorak. Rupanya dua destinasi wisata ini ngak begitu terkenal di kalangan lokal. Kami pun balik arah dan mulai lagi menelusuri jalan perladangan yang banyak simpangan-simpangannya. Nanya sekali dua kali akhirnya sampai juga di Danau Wee Kuri. Plong banget rasanya ketemu Danau Wee Kuri. 

Dibandingkan dengan pantai Watu Melandong dan Pantai Batu Bolong, Danau Wee Kuri ini lumayan banyak pengunjungnya. Mobil yang parkir di pinggir danau juga lumayan banyak. Di Sini juga sudah ada  pedagang makanan dan oleh-oleh khas Sumba, walaupun beberapa saja. Sudah kelihatan geliat wisatanya. Oh ya, masuk ke Danau Wee Kuri ini gratis. Cuma bayar parkir mobil saja seikhlasnya kepada tukang parkir. 

Benar kata orang kalau danau ini memang indah. Airnya super jernih, hijau kebiru-biruan. Keindahan Danau Wee Kuri yang saya lihat di internet selama ini, benar-benar nyata sesuai aslinya. Bahkan pemandangan Danau Wee Kuri yang sebenarnya lebih indah dari gambaran yang ada di internet. Ngak percaya silakan kunjungi sendiri ke sana..hehe. Kalau pengen puas menikmati Danau Wee Kuri, kita memang harus siap basah-basahan nyemplung ke danau. Sayang saya ngak bawa baju ganti, jadi males nyemplung. Cukup puas lah dengan melihat turis lain yang nyemplung..hehe.


Jalan menuju Danau Wee Kuri. Jalan kecil tak beraspal dan banyak simpangannya, bikin kesasar.

Batu karang pinggir danau Wee Kuri. Tajem-tajem.

Kebanyakan yang renang di danau ini turis bule. 

Para wisatawan berbaju dan berkulit putih. Nungguin mereka nyebur, ngak nyebur-nyebur..hehe. 

Asyiknya mereka main air pakai ban mobil

Air Danau ini sebenarnya masih nyambung dengan air laut.

Bohong kalau kita ngak tertarik untuk main air di danau sejernih dan sedangkal ini.

Abaikan dua bule cewek kedinginan itu. Sebenarnya saya ambil foto Drone yang sedang ambil video di atas Danau. Ada kelihatan Dronenya ?


Lama juga menikmati danau Wee Kuri ini. Ngak puas-puas walaupun sudah mengelilingi hampir separuh danau. Tapi perjalanan harus dilanjutkan ke destinasi berikutnya. Pantai Mandorak.

Bersambung.............................

27 comments:

  1. wah..batu karangnya tajam-tajam..tapi airnya jernih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. air laut yang masuk ke danau itu Pak Lim. memang jernih.

      Delete
    2. Berarti rasanya gimana ,tawar atau asin.

      Delete
    3. Katanya rasanya asin mas Djangkaru. Saya ngak sempat minum..hehe.

      Delete
  2. Replies
    1. minat kita sama rupanya pak Lim. Sayang pulau Sumba itu jauh.

      Delete
    2. Jika punya rezeki rasanya ingin kesana. Bule saja demen, apalagi warga lokal harus lebih berminat.

      Delete
    3. Semoga mas Djangkaru diberikan rizki dan kesempatan ke sana.

      Delete
  3. Ah kenapa gak nyemplung ke danaunya? Sayang banget kalau di sana tidak menikmati airnya apalagi kalau temennya banyak bule cantik wkwkwkwk

    Sekalian nitip tulisan lokasi yang sama: https://awalnya.blogspot.co.id/2014/03/weekuri-surga-minus-bidadari.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngak pede mau nyemplung Mas Baktiar, takut merusak pemandangan orang heuheu..

      Delete
    2. Waaa.. ternyata banyak bidadarinya.. ah pantesan foto-fotoku jadi kelihatan sunyi sekali rupanya aku sedang salah waktu hahahhaahaha

      Delete
  4. Waduhh Gunnnn.
    cantik banget..

    tajem2 ye Gun, tapi tajem lagi drone Gun ye..
    bule2 itu waduhhh...
    bagi kak yan, cacat pemandangan nya tu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ngak ambil gambar cewek bule itu kak Yan. saya ambil gambar Drone yang terbang di atas danau, ngak tahu kenapa bule itu tiba-tiba ada di gambar..waduuh... merusak pemandangan saja..

      Delete
  5. Saya pernah lihat ini pas ada ulasan dari salah satu chanel tv mengenai wisata. Bagus banget hehehehe,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya lebih keren mas Rullah. beneran.

      Delete
  6. Wuih keren bangat pakai droene Masak iya warga lokal sampai tidak tahu. Ini kebih bagus lagi main youtube biar danaunya terkenal dan terpetakan digoogle. Ayo main youtube.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drone orang Mas Djangkaru, saya mah ngak punya. pengen juga sih ambil videonya. tapi kamera saya cuma kamera poket otomatis jadul, kulitas foto juga sekedarnya.

      Delete
  7. Mas Gun enggak nyebur sekali... rugi deh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngak bawa baju ganti Pak Mie. Mau telanjang kayak bule, malu..hehe.

      Delete
  8. Replies
    1. Bener Bang. wajib nyebur kalau ngak rugi lho

      Delete
  9. waw., nambah list lagi buat ke sumba.. 3 hari rasanya jd kurang >__<

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau pengen puas, seminggu lah minimal keliling Pulau Sumba mas Alan

      Delete
  10. Bening banget yaaa, besok kalo aku kesana bakal bawa giant floating

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebening kaca, jadi jangan coba-coba melorotin celana di dalam danau, kelihatan dari atas Mas Cumi..hehe

      Delete
  11. waqh asyik tu banyak bule2 cantik disana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. orang lokalnya juga cantik-cantik Pak Ahmad..

      Delete