Wednesday, December 31, 2014

Lihat Tukik di Pulau Pramuka - Belajar Snorkling di Pulau Semak Daun

Gambar Citra Satelit Pulau Pramuka dipasang di Depan Kantor Kecamatan. Kecil banget kan Pulaunya ? tapi pemukimannya padat.

Pada awal bulan Desember 2014 kemarin, saya ikut acara wisata keluarga alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) ke Pulau Seribu tepatnya ke Pulau Pramuka. Tadinya saya ngak mau ikut, perasaan sudah terlalu sering jalan2 ke Pulau Pramuka, bosan. Tapi karena anak-anak yang cowok tuh pada pengen ikut ke Pulau Pramuka, ya ok lah, demi kegembiraan anak-anak, akhirnya saya ikut juga ke Pulau Pramuka. Saya berangkat ke P. Pramuka hanya bertiga dengan anak-anak laki-laki. Istri dan anak perempuan saya ngak mau ikut. Takut katanya. Mereka masih trauma pernah kena badai dan gelombang tinggi pas wisata ke Pulau Tidung, Desember tahun lalu.


Berangkat jam 7.00 WIB dari Bogor, kami naik taxi ke musium Bank Mandiri Kawasan Kota Tua Jakarta dekat statsiun kereta api Jakarta Kota, sampai sana sekitar jam 8.00 WIB. Kalo ngak macet ternyata Bogor-Jakarta Kota hanya sejam doang. Cepat banget. Kita janjian kumpul di depan musium Bank Mandiri jam 08.00 WIB. Tapi baru jam 09.00 WIB teman-teman dan keluarganya baru pada ngumpul semua. Biasalah jam karet...molor. Setelah semua kumpul, kita naik bis 3/4 carteran ke Pelabuhan Muara Angke Baru (Dermaga Kaliadem). Dari dermaga ini kita sudah carter kapal ojek khusus untuk rombongan keluarga besar alumni SKMA ke Pulau Pramuka. Semua sudah diurus panitia. Kita tinggal ngikut saja. Enak banget.

Kapal-kapal penumpang di dermaga Kaliadem. Kapal ojek yang kami sewa itu yang paling kecil di depan sana..hehe.

Judulnya pelabuhan Muara Angke, tapi jangan salah, orang lokal tahunya ini pelabuhan Kaliadem. Bagi orang lokal, pelabuhan Muara angke itu yang dekat pasar ikan Muara angke.

Kami sampai ke Dermaga Kaliadem jam 10.00 WIB kurang lebih gitu. Tapi baru berangkat dari Dermaga ini ke Pulau Pramuka pada jam 11.00 WIB. Nunggu satu orang peserta lama banget, sejam uy. Biasa lah kalau berangkat rombongan, ada saja yang tidak tepat waktu. Harus dimaklumi kan ? Oh ya cuaca cerah dan gelombang sangat bersahabat waktu itu, membuat perjalanan laut Kaliadem- Pulau Pramuka cukup lancar dan cepat, hanya 3 jam saja. Jam 14.00 WIB kita sudah sampai di Pulau Pramuka. Acara siang hari itu, pembagian kamar, lihat penakaran penyu, jalan-jalan santai naik sepeda, watersport, dan renang. Disambung acara malamnya yaitu acara inti reuni, pemaparan, ramah-tamah, nyanyi-nyanyi, ngobrol-ngobrol, dan semacamnya gitu lah.  


Kapal Ojek merapat di dermaga Pulau Pramuka. 3 jam di dalam kapal ojek, kenyang tidur karena cuaca cerah dan gelombang tenang sepanjang perjalanan.

Jalan kaki 500 meter dari dermaga ke penginapan. Panas euy. 

Ikan banyak banget di dekat dermaga. Kelihatan jelas dari atas Dermaga.
Penginapan kami. Wisma Shafir. Bersih dan letaknya persis di pinggir pantai. Jempol buat Panitia.

Pohon depan wisma shafir dililit kain Bali. Budaya lokal Pulau Seribu kok ngak ditonjolkan ? Padahal pakai kait batik ondel-ondel khas Jakarta kan lebih kena..hehe.
Para peserta mendengarkan penjelasan acara selama 2 hari dari petugas Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS).

Lihat tempat penakaran penyu. Anak-anak sangat suka tempat ini.

Rumah Penyu. Di sini lah Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu menangkarkan penyu sisik yang dilindungi.

Tukik-tukik yang lucu. Anak saya suka banget lihat tukik-tukik yang berenang. 

Sewa sepeda Rp15.000,- per jam. Sewa sepeda sejam saja cukup. Pulau Pramuka kan kecil. Ngak sampai sejam sudah habis terkelilingi satu pulau.

Pak Deden Heksa petugas TNKpS sedang menerangkan segala sesuatu tentang penyu, perbedaan jenis kelamin lah, habitat penyu lah, cara reproduksi penyu lah dan banyak lagi info yang diberikan. Menarik cara Pak Deden menerangkan tentang penyu ini. Lucu. Ngelawak terus..hehe. Anak-anak jadi tertarik mendengarkan penjelasannya.

Taman Tanjung Pengantin. Tempat bermain air laut.

Bermain banana boat. Saya ngak naik, bosen..hehe.

Di pulau Pramuka pantainya kayak kolam renang. Ngak ada ombaknya. Ngak asyik dong.
Bagi yang mau, diajarin juga diving lengkap dengan peralatannya. Jempol lagi buat panita.

Hari kedua acara ngak kalah seru. Pagi hari kita praktek transpalasi terumbu karang dan menanam terumbu karang di laut, dilanjutkan naik perahu yg sudah disewa ke Pulau Semak Daun untuk training snorkling dan untuk sekedar renang main air (panitia nyediaan 2 perahu). Habis itu, yang mau snorkling dibawa satu perahu entah kemana. Sedangkan 1 perahu tetap di Pulau Semak Daun, menunggu peserta yang ngak mau snorkling, kayak saya dan anak-anak, yang hanya ingin main air sampai puas di P. Semak Daun. Setelah puas main air, kita kembali ke Pulau Pramuka. tapi sebelumnya kita singgah di keramba terapung beli ikan segar buat oleh-oleh. Jam 12.00 WIB kita sudah tiba kembali di Pulau Pramuka. Acara selesai dan ditutup. Mandi-mandi, bersih-bersih, packing-packing,  jam 14.00 WIB, kita meninggalkan pulau Pramuka.

Perjalanan pulang dari Pulau Pramuka menuju Jakarta tidak lagi berlabuh ke Pelabuhan Kaliadem, tapi ke Pelabuhan Muara Angke yang lama. Sama dengan cuaca sewaktu pergi, pas perjalanan pulang, cuaca juga cerah dan ombaknya juga tenang. Jam 17.00 WIB rombongan sudah sampai di Pelabuhan Muara Angke yang lama dan langsung ke Statsiun Kereta Api Jakarta Kota. Pulang ke Bogor naik Komuter line dari Satsiun Jakarta Kota, tiket cuma Rp8.000,- saja per orang. Hemat banyak. Padahal waktu berangkat dari Bogor, naik taxi, ongkosnya habis Rp200.000,- beeuhhh... mahal.

Mentari pagi di pulau Pramuka. Agak buram. Ngak indah..hehe.

Suasana pagi di sekitar Dermaga Pulau Pramuka.

Para operatot tour sedang sibuk menyiapkan perlengkapan untuk diving.

Petugas kebersihan pantai, sibuk mengumpulkan sampah.
Bibit terumbu karang.

Bibit terumbu karang ditanam di media semen. Diikat dijaring paralon. Inilah namanya transpalansi terumbu karang.

Kemudian bibit terumbu karang ini dibawa ke pantai

Dibawa lagi agak ke tengah, dan ditanam di dasar laut yang tidak pernah surut.
Berangkat menuju Pulau Semak Daun. Cuaca cerah, ombak tenang.

Anak-anak duduk paling ujung. Aman ada petugas yang jagain. Lupa nama abang pelatih snorkling ini.

Tiba di Pulau Semak Daun. Air lautnya jernih kehijau-hijauan.

Banyak banget wisatawan yang lagi training snorkling. Group mahasiswa kayaknya.
Si bungsu Kais lagi mencoba snorkling ceritanya..hehe.

Asin..katanya.

Akhirnya hanya main air saja.

Dan main pasir saja.

Sejam lebih main air di Pulau Semak Daun, capek. Saat pulang rebutan pop mie.
Ikan tuna gede-gede di keramba di gosong dekat Pulau Panggang

Dari P. Semak Daun singgah dulu di tempat budidaya ikan. Beli ikan buat oleh-oleh.

Enak banget mereka makan di atas laut.

Ruangan tempat beli oleh-oleh. Ikannya ternyata ikan sudah di es. Berarti bukan ikan segar dong ?
Tas-tas diangkut pakai gerobak ke Dermaga P. Pramuka.

Dermaga muara angke penuh sesak dengan perahu nelayan. Untuk sampai ke Dermaga perlu melewatin perahu nalayan sampai 5 biji.

Statsiun kereta api Jakarta Kota. Bangunan tua cagar budaya.

Penumpang commuter ke Bogor antri beli tiket. Untung teman sudah antri di depan, jadi saya tinggal titip beliin tiket sama dia saja. Ngak sanggup deh antri kayak gini.

Peron commuter. Nunggu commuter line datang.

Enaknya naik commuter line dari Jakarta Kota. Masih kosong, masih kebagian tempat duduk, sebab ini statsiun pertama. Kalau sudah sampai manggarai, commuter ini jadi penuh sesak.

Alhamdulillah anak-anak sangat menikmati acara di P. Seribu ini. Dari berangkat sampai pulang lagi mereka tetap gembira dan ceria terus. Istri saya dan anak perempuan saya menyesal ngak ikut karena cuaca sangat baik dan gelombang laut sangat tenang. Tidak ada badai apapun. Sekian...


SELAMAT TAHUN BARU 2015 BAGI SAHABAT BLOGER SEMUA. 
SEMOGA TAHUN DEPAT KITA DIBERIKAN KESEHATAN, KEJAYAAN DAN KEBERKAHAN HIDUP.

26 comments:

  1. seronoknya tempat ini.. banyak aktiviti boleh dilakukan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seronok memang Kak Zarul. karena murah lah jadi seronok..hehe.

      Delete
  2. Replies
    1. Menjaga alam memang harus dilakukan Pak Lim. dan diajarkan kepada anak-anak. biar mereka tahu pentingnya menjaga terumbu karang dan penyu sisik.

      Delete
  3. Mengapa dipanggil kaliadem @ sungai dingin...mungkin mas Gunadi tau...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya ngak tahu tuh kenapa dipanggil kaliadem pak Mie. padahal airnya ngak dingin. cocoknya dipanggil kalikotor atau kalibau ..sebab airnya memang sangat kotor dan sangat bau busuk...hehe.

      Delete
  4. Wah seru itu bisa nyewa sepeda keliling pulau... wahhh kerenn

    ReplyDelete
    Replies
    1. iy seru banget Mas. sayang pulaunya kecil. jadi waktu sejam kelamaan buat sewa sepeda. baru setengah jam sudah kelar keliling pulau..hehe.

      Delete
  5. seru ya mas, bisa liburan rame-rame dan masih terjangkau. memang ada baiknya sejak kecil anak-anak dikenalkan dengan alam, agar setelah dewasa juga cinta alam :)

    btw, aku belum pernah ke pulau seribu haha, pengen camping ke semak daun, atau foto2 gothic di onrust

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh. main dong ke Pulau Seribu Mas Fahmi. Pulau seribu keren lho...promosi deh.

      Delete
  6. Yang punya wisma pasti orang bali tuh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang punya wisma, katanya muslim Kok. tahu deh Mas, orang Bali atau orang Jakarta. konsep Bali memang indah dan unik kali ya, jadi banyak ditiru gitu.

      Delete
  7. Jiaaaaah, aku belum nyampe Pramuka sama Semak Daun. Belum jadi2 nih :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kasihan dong pulau Pramuka belum diinjak Mas Adie. Yang dekat memang suka terlupakan..hehe. Padahal akses ke pulau Pramuka semakin gampang kok.

      Delete
  8. sebelumnya gw ucapin "met tahun baru 2015 om"

    yg gw taksir disitu itu cuman 1 doank om, banana boat.. secara ampe segede ini gw gak pernah naik banana boat, hwaaa... "malah curhat"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Met tahun baru juga ya. Mas belum pernah naik babana boat ?? kayaknya ngak nyoba juga ngak apa-apa kok..hehe. Naik juga cuma ditenggelemin terus ketelen air asin dan perih mata dan telinga bindeng.

      Delete
  9. Selamat Tahun baru buat Mas Gunadi..mengantuk sudah..skrg jam 1.30 pagi di msia..

    nanti JM sambung baca story nih mau ZZZzzzzzzzzz dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe.. selamat tahun baru juga Mbak JM. semoga mbak JM semakin femes ya..hehe. Kalau nanti sudah berjaya jangan lupa saya ya..hehe. ayat.

      Delete
    2. sudah semestinya ingat dari dulu, kini dan selamanya giteww

      Delete
  10. wah jalan-jalan yang luar biasa mas gundai ajiibb bangeett euuyy.... saya suka sama yg rennag di launta itu pengen ngambang juga terjuunn hehehee....

    ReplyDelete
  11. Uishhh... Pulau ni memang awesome... Best sangat.. Lama tak snorkling mcm tu.. Sibuk berkerja skrng nie huhuu.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jom snorkling Bang Afif. di Jakarta banyak spot yg bagus buat snorkling..hehe promosi,

      Delete
  12. wah pulau semak daun ini keren sekali mas.... mantap moga saya bisa sampi situ ya mas aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang indah pulau semak daun mas Angki. sayang ke pulau semak daun ini ngak ada kapal ojek, harus sewa kapal nelayan. kecuali ikut paket snorkling dr pulau pramuka. Maklum pulau ini tidak berpenghuni.

      Delete