Wednesday, August 6, 2014

Pangandaran Part 3 (Liburan Lebaran di Pantai Pananjung Pangandaran)

Pantai pasir putih di Cagar Alam Pananjung Pangandaran rame banget. Yang lagi renang, yang snorkling, yang naik perahu campur baur.


Entry sebelumnya Pangandaran Part 2 Klik Sini

Lebaran tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu merayakannya di rumah Mertua di kampung Ciputri kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran. Kadang-kadang nginap di rumah orang tua sendiri di kampung Burujul masih di kecamatan Padaherang juga. Kebetulan rumah Mertua dan rumah Ortu memang deketan saja cuma beda kampung doang. Enaknya nikah dengan tetangga, kalau mudik lebaran tidak bercabang..hehe. Jarak Bogor-Padaherang yang hanya sekitar 400 km tapi pada saat mudik lebaran tahun ini ditempuh dalam 20 jam lebih perjalanan. Hampir sehari semalam. Macetnya memang luar biasa. Syukur Alhamdulillah anak-anak tidak rewel sepanjang perjalanan yg melelahkan itu.

Rumah Mertua di Kampung. Rumah sebesar ini, hari-hari hanya ditinggali oleh Bapak dan Ibu Mertua saja. Kalau Lebaran, baru rame.

Ada kolam ikan di samping rumah. Ikan Gurame dan Ikan Patin di kolam ini besar-besar. Mancing ikan terus dibakar di pinggir kolam..yum..yum.. memang nikmat banget.

Kembali ke Judul.
Hari Rabu tanggal 30 Agustus 2014, atau hari kedua setelah Lebaran, saya ajak keluarga wisata ke Pangandaran. Jarak dari rumah mertua ke Pangandaran kurang lebih 30 km. dekat sih memang dekat tapi tetap saja makan waktu lebih dari 2 jam juga karena macet. Selalunya kan macet dimana-mana ? Berangkat jam 7 pagi dari Padaherang, nyampe jam 9 pagi di Pantai Pananjung Pangandaran. Alhamdulillah masih kebagian tempat parkir di Pantai Barat.

Tempat Parkir dadakan. Ada rusa kelaparan cari makan sampai ke tempat parkir mobil. Apakah makanan rusa di hutan cagar alam Pananjung mulai habis atau mulai ngak enak bagi rusa karena terbiasa dikasih makan sama pengunjung ?

Pantai Pananjung Pangandaran adalah Pantai paling terkenal di Jawa Barat. Untuk masuk Pantai Pangandaran harus bayar tiket Rp36.000/mobil kecil ukuran toyota avanza. Fasilitas wisata di sana terbilang lengkap dan sangat memadai. Pantainya pun banyak dan punya karakter berbeda-beda. Ada Pantai Barat yang berpasir hitam halus dan sangat landai, cocok untuk berenang dan belajar surfing. Ada Pantai Timur yang lautnya agak dalam dan ombaknya agak tenang, cocok untuk watersport. Ada Pantai Pasir Putih dengan hamparan terumbu karangnya yang indah, cocok untuk snorkling. Di Pantai Pasir Putih juga cocok untuk santai-santai dan berjemur ala bule karena lokasinya yang berada di pinggir hutan yang sepi. Sepi kalau hari biasa ya, kalau libur lebaran ramenya minta ampun juga...hehe. Selain pantai, di Pananjung Pangandaran juga ada kawasan hutan Cagar Alam (CA) yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan. Masuk CA harus bayar Rp23.000/orang. bayar lagi..bayar lagi ... mahal pula. Tapi waktu itu saya serombongan masuk CA ngak bayar alias gratis, kebetulan ada teman yang kerja di CA situ, nepotisme dikit...hehe. Di dalam CA, kita dapat temui binatang-binatang liar tapi jinak seperti: Rusa, Monyet, Lutung, Merak, Banteng, Kancil dan sebagainya. Di CA juga hidup bunga Raflesia Padma yang mekar di bulan-bulan tertentu saja. Tempat menarik lainnya di CA adalah goa-goa yang lumayan banyak, ada Goa Jepang, Goa Panggung, Goa Parat, Goa Lanang, Goa Sumur Mudal, Goa Cirengganis, dan banyak lagi. Lebih masuk kedalam Cagar Alam, ada Air terjun, Pantai Batu Layar serta padang rumput Badeto dan Cikamal tempat banteng, rusa dan merak mencari makan. Terus Keunikan lain Pantai Pangandaran adalah di pantai ini kita dapat menikmati matahari terbit dan matahari terbenam sekaligus disitu-situ juga. Banyak kan lokasi menarik di Pangandaran ??? ibaratnya satu titik semua ada. Biar ngak bingung silakan lihat peta.

http://2.bp.blogspot.com/-sLlPsUQ3Mqc/Tqujkt4OrhI/AAAAAAAAAbM/3iq2qUuPs9s/s1600/peta-wisata-pangandaran2.jpg
Peta kawasan wisata pantai Pangandaran (sumber : Google) yang warna hijau muda itu adalah kawasan Cagar Alam yang dilindungi.
Pantai Barat Pangandaran yang sangat datar dengan pasir halus yang lembut, aman untuk bermain air anak-anak.
Pasirnya bisa dibuat candi-candian.

Pintu masuk Cagar Alam dari Pantai Timur. Foto diambil dari bagian dalam Cagar Alam.

Pusat Informasi yang sepi. Pengunjung lokal jarang memanfaatkan keberadaan pusat informasi yang sangat berguna ini. Kenapa ya ?

Masuk Goa Panggung di Sebelah Pantai timur Pangandaran. Masuk Goanya naik tangga itu. di mulut goa ini ada makam tapi lupa ngak nanya makam siapa.

Di depan Goa Panggung banyak batu karang terjal.

Dari Goa Panggung dapat terlihat perahu nelayan di Pantai Timur Pangandaran.

Air laut masuk lorong Goa Panggung.

Stalaktit Goa Panggung yang indah.

Pantai Barat. Banyak pengunjung yang berenang. Berenang di Pantai Barat cukup aman. Di Pantai Barat ada Balawiwata semacam penjaga pantai gitu lah.

Rusa liar yang jinak di Cagar Alam. Rusa ini kalau kelaparan suka cari makan ke wilayah pemukiman.

Lutung di Cagar Alam. Lutung tidak pernah mau turun ke tanah, beda dengan monyet. jadi jangan takut sama lutung.

Rombongan pengunjung cagar alam yang rame di waktu liburan lebaran.

Goa lanang. Lumayan gelap di bagian dalamnya.

Lanang = laki-laki. Konon disebut Goa Lanang karena ada batu karang stalaktit yang menggantung di bagian dalam goa yang mirip kepunyaan laki-laki. Batu yang mana yang mirip kepunyaan laki-laki sih ? saya bertanya karena saya laki-laki, nyari yang mirip kok ngak ada ..hehe.

Kebanyakan yang masuk Goa Lanang adalah pemuda-pemuda. Emak-emak memang ngak cocok lah masuk goa kan? nanti kalau jatuh kepleset karang siapa yang mau gotong.

Jalan keluar Goa Lanang yang mengerikan. Tangganya dari kayu sudah rapuh. Pengelola kok membiarkan tangga berbahaya seperti ini sih.
Pintu masuk Goa Jepang. dari luar sudah menyeramkan kelihatannya, jadi saya ngak berani masuk.

Papan informasi tentang Goa Jepang. Oh ya, papan informasi semacam ini dipasang di setiap tempat menarik di CA Pangandaran. Jadi kita bisa tahu tentang sejarah atau mitos tempat2 tersebut. Bagus lah.


Dengan waktu yang sempit, saat itu saya tidak sempat mengexplore ke semua tempat menarik di CA. Untuk mengexplore seluruh isi CA memang tak cukup waktu sebentar. Mungkin harus seharian baru bisa terkunjungi semunya. Oh ya. yang ingin tahu sejarah dan mitos dari seluruh goa dan tempat menarik lainnya di CA dengan detil, ada jasa pemandu wisata (tour guide) yang boleh kita sewa jasanya. Bayarannya kurang tahu juga, tapi kayaknya bisa tawar menawar. Selain menerangkan mitos dan sejarah, tour guide ini juga dapat mengantarkan kita ke tempat-tempat menarik di CA dengan jalur yang aman, pendek dan dijamin tidak tersesat. Tour guide juga akan menjaga kita dari gangguan monyet-monyet liar yang nakal yang banyak banget jumlahnya di dalam CA.

Kurang puas sih rasanya ngak bisa mengexplore semua tempat menarik di CA Panagandaran ini. Mau gimana lagi, sudah capek banget. Sudah lapar banget juga. Sebelum pulang ke Padaherang, saya makan siang yang agak kesorean di Rumah Makan KUICK SEAFOOD di dekat lapangan Merdeka Pangandaran. Sekitar 1 km arah Parigi sebelah kanan jalan. Makan di sini atas rekomendasi Kakak saya yang memang rumahnya di Pangandaran. Total biaya makan untuk 8 orang adalah Rp350.000,- termasuk minuman. Mahal ya ? Lumayan mahal sih tapi memang masakannya terbaik lah. top markotop.



Seafood tapi kok ada grobak Mie ayam ? hehe... ternyata Seafoodnya ada di bagian belakang.

Daftar harga.. Mahal kan ? Seafood memang mahal uy walaupun di daerah Pantai.

Tempat makan yang sepi. Kok Sepi ya ? Padahal masakan sini enak. Apa karena mahal ?

Menu kita siang itu, Cumi tepung dan Udang asam manis...Mantap

Menu lengkap kita, ada tumis kangkung dan tumis pakis juga. Enak beneerrr.... Sayang ngak ada ikan bakar. Bukan saya ngak pesan ikan Bakar, tapi pegwainya terbatas masih pada mudik jadi ngak ada tukang bakarnya...halah..ada-ada saja.

Pindang gunung ikan tuna. Sumpah enak banget. Rada-rada kayak Tom Yam tapi rasa asamnya dari buah honje itu yang bikin sensasi berbeda. Katanya ini menu Khas Pangandaran. TERBAIK lah.


22 comments:

  1. bestnya..saya suka perahu yang ada di pantai..salam lebaran. maaf zahir batin ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam lebaran juga Pak Lim. Perahu warna warni itu perahu nelayan untuk mencari ikan ke Samudera India, tapi kalau musim libur lebaran, mereka sewakan untuk wisatawan yang sedang ramai itu. lebih untung katanya.

      Delete
  2. Meriah suasana di pantainya dengan perahu yang berwarna-warni. Rusa yang jinak pun ada. Makanannya pun nampak sedap. Untung mas Gunadi ada kawasan yang cantik tidak jauh dari rumah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau libur lebaran memang pantai Pangandaran terlalu ramai Pak Mie. banyak orang-orang yang mudik lebaran dari kota berwisata ke Pangandaran. Sama seperti saya tiap mudik lebaran selalu menyempatkan liburan ke Pantai Pangandaran ini. bukan ngak bosan tapi anak-anak memang suka main air laut dan main pasir laut di Pangandaran ini.

      Delete
  3. Mas!!!!! hari kedua lebara udah jalan-jalan makan angin...kalau JM..sebulan Syawal ni mahu terjah umah orang je mahu beraya...ngak ada mood mau jln-jalan makan angin lagi..kalau di msia..raya nya sebulan kakdang dah masuk bulan Zulkaedah pun org masih buat rumah terbuka..

    "Selamat Hari Raya Maaf Zahir dan Batin ye Mas" sepanjang komen dan gurau senda di sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... Begitulah Mbak JM. saya ke Pangandaran kan bukan hanya jalan-jalan, banyak famili saya juga yang tinggal di Pangandaran sana. kakak perempuan saya tinggal di Sana. Tante saya juga tinggal di sana. Kuburan kakek dan Nenek saya juga di Pangandaran. kurang lebih Pangandaran ini adalah tanah leluhur saya.

      Enaknya Mbak JM sebulan berlebaran. Kalau di sini Pemerintah hanya memberi libur Lebaran seminggu saja. Senin kemarin sudah harus masuk kerja lagi, walau dalam suasana halal bil halal.

      Selamat hari raya juga buat Mbak JM. saya pun minta maaf sering gurau dengan Mbak JM. Kalau kita bersenda gurau terasa dekat walaupun jauh kan ?

      Delete
  4. Saya datang lagi ke blog anda..; baca buat kali ke 2. Harap suatu hari nanti kita akan ketemu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin.. terima kasih Pak Lim. Menjadi kebahagiaan bagi saya apabila suatu hari nanti bisa bertemu Pak Lim juga di dunia nyata.

      Delete
  5. Selamat Idul Fitri Mas. Wah, makanannya menggoda sekali. Untung bacanya bukan siang2 di bulan puasa. Hehehe... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Idul Fitri juga buat Mas Indra dan keluarga. Makanan itu memang enak-enak semua Mas Indra. Tapi yang spesial itu Pindang Gunung Ikan Tuna itu. Segeerrr banget, asem-asem pedas. rasanya mirip Tom Yam tapi rasa asemnya dari Buah Honje yang bikin unik dan ada sensasi lain..gitu..hehe.

      Delete
  6. Nikah sama tetangga beneran enak yaa kalo mudik ngak perlu giliran hahaha. Btw itu rusa kasihan banget sampai emsti turun ke jalan buat cari makan :-(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas Toro, memang nikah dengan tetangga itu sudah di program, biar mudik bareng gitu..hehe. Rusa itu memang kalau musim kemarau suka turun ke pemukiman, maklum padang rumput di Cagar alam pada kering. Untungnya masyarakat sudah terbiasa dengan kedatangan rusa, mereka tidak mau menangkap atau mengganggu rusa-rusa yang turun.

      Delete
  7. waaahhh keren mas ceritanya seru...hehe saya mbok sering" di ajak nepotisme yg halal ada gak?? hehe irit mah saya jugamau mas hehe...saya tau mas kenapa rumah makannya sepi...itu karena sudah saya borong kemarin dari sana jug dalam mimpi tapi hehee... moga" bisa kesampean sampe sana juga aamiin ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan saya kerja di Kemeterian Kehutanan Mas Angki makanya kalau masuk ke Cagar Alam, Taman Nasional, Suaka Margasatwa suka gratis karena banyak teman saja...hehe. Mas Angki harus ke Pangandaran tuh...asyik banget lho..hehe promosi kampung halaman dikit.

      Delete
  8. udah berkali2 ke green canyon tapi belom mampir kesini ternyata rame juga :D mungkin karena pas libur lebaran. kalau diliat sih bisa jd wisata alternatif utk menikmati pangandaran selain green canyon atau batu karas ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..Mas Dede mah kebalik. Jauh sebelum Green Canyon ditemukan dan dikenal orang ramai. Pantai Pananjung Pangandaran dengan Cagar Alamnya sudah dari dulu exsis..hehe. Green Canyon, Pantai batu Karas, Pantai batu Hiu, Sungai CItumang dan Pantai Madasari...baru sekarang-sekarang saja mulai terkenal. Tapi mungkin saja kali ya, sekarang justru orang lebih tahu Green Canyon daripada Pananjung...hehe

      Delete
  9. wah , meriah di sini dikunjungi orang Malaysia .
    selamat hari raya ya.

    rumah orang tua , makin lama makin berkurang orangnya.
    tunggulah gilirin kita pula bila anak-anak sudah berkerjaya dan punya keluarga sendiri nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Kak Nieda, memang blogger Malaysia sering comment disini. Saya suka Blogger dari Malaysia, mereka sporting banget terutama Mbak JM, Pak Lim, Pak Mie, Bang Afif, Kak Nieda, dll. Saya mengunjungi Blog mereka, mereka balas mengunjungi Blog saya. Saya Comment Blog mereka, mereka balas comment di Blog saya. Semoga silaturahmi di dunia maya bisa berlanjut ke dunia nyata.

      Saya juga membanyangkan nanti kalau anak-anak sudah besar, mungkin sama juga nasib saya dengan mertua tuh... kesepian..hehe.

      Delete
    2. Jika mas gunadi nk tahu, dlm seminggu Jm mesti dtg d blog ni mau baca entri baru tp syg ngak ada yg baru :-) klau mas ngak dtg d blog Jm pun Jm tetap akan dtg sini kerana Jm punya style bukan dtg komen kerana blog kita d komen tetapi dtg komen dgn ikhlas hati tanpa perlu balasan :-) bila mau update new stori :-)

      Delete
    3. saya busy sangat Mbak JM. belum sempat buat entry baru..sedihnya. Saya juga suka tengok Blog Mbak JM tunggu entry lanjutan Jepun belum muncul-muncul juga..hehe.

      Delete
  10. Terima kasih info pangandarannya sangat lengkap, keep posting!

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih kembali Mas Lolo. maaf Mas atau Mbak ya... hehe.

      Delete